Monday, 6 August 2012

kisah seorang yang menikam tengkorak dengan tongkatnya

Dikisahkan dalam sebuah kitab bahawa Hasan Basri menceritakan; "Pada suatu hari saya melihat seorang bangsa asing yang berambut perang menggali beberapa kubur, setelah dia menggali kubur tersebut, maka dia pun mengambil tengkorak orang yang sudah mati itu dia menikam ke lubang telinga dengan tongkatnya. Apabila orang itu melihat tongkatnya dapat menembusi telinga tengkorak tadi maka dia pun melemparkan tengkorak tersebut. Kemudian orang itu mengambil tengkorak dari kubur yang lain lalu menikam dengan tongkatya., kali ini tongkatnya dapat menembusi satu lubang kepada lubang yang lain, maka tengkorak itu pun dibuangnya."

Berkata Hasan Basri lagi; "Kali ini orang itu mengambil tengkorak yang lain maka ditikam dengan tongkatnya, maka ternyata tongkatnya itu tidak dapat menembusi tengkorak tersebut maka orang itu melemparkan tengkorak itu. Kemudian orang itu mengambil tengkorak yang lain lalu dia menikam dengan tongkatnya itu, maka tongkatnya itu dapat sampai kepada tempat otak tengkorak tersebut lalu orang itu mencium tengkorak tersebut dan menanamnya kembali."

Hasan Basri berkata; "Oleh kerana saya melihat perangainya yang luar biasa maka saya pun bertanya kepadanya: "Apakah yang saudara buat itu?"
Maka orang itu memberitahu Hasan Basri: "Sebenarnya, adapun kepala tengkorak yang dapat ditembusi oleh tongkatku dari satu telinga ke satu telinga, maka sesungguhnya orang itu mendengar nasihat dan kata-kata yang hak, yang mana masuk ke telinga yang satu lalu keluar ke telinga yang lagi satu, dan tidak sesuatu pun ke dalam otaknya dan dia tidak peduli dan tidak mengamalkan segala nasihat yang didengarnya maka kepala itu tidak berguna."

Berkata orang itu lagi: "Dan kepala yang tidak dapat ditembusi oleh tongkatku ialah orang yang tidak mampu mendengar kata-kata nasihat dan kata-kata yang benar kerana terlalu sibuk melayan kehendak dirinya dan untuk memuaskan nafsu syahwatnya maka kepala itu juga tidak berguna."

Berkata orang itu lagi: "Dan kepala yang dapat ditembusi oleh tongkatku dan tongkatku berhenti ditempat otaknya maka orang itu telah menerima nasihat dan kata-kata yang benar dan keduanya telah bersemadi di otaknya sehingga dia diterima disisi Allah S.W.T maka sebab itulah saya mencium dan saya tanamkan kembali."

Thursday, 5 July 2012


ALLAH won't ask...
Allah won't ask what kind of car your drove,
but will ask how many people you drove who didn't have transportation.

Allah won't ask what your highest salary was,
but will ask if you compromised your character or obtain that salary.

Allah won't ask the square footage of your house,
but will ask how many people you welcomed into your home.

Allah won't ask about the fancy clothes you had in your closet,
but will ask how many of those clothes helped the needy.

Allah won't ask about your social status,
but will ask what kind of class you displayed.

Allah won't ask how many material possessions you had,
but will ask if they dictated your life.

Allah won't ask how much overtime you worked,
but will ask if you worked overtime for your family and loved ones..

Allah won't ask how many promotions you received,
but will ask how you promoted others.

Allah won't ask what your job title was,
but will ask if you performed your job to the best of your ability.

Allah won't ask what you did to help yourself,
but will ask what you did to help others.

Allah won't ask how many friends you had,
but will ask how many people to whom you were a true friend.

Allah won't ask what you did to protect your right,
but will ask you did protect the rights of others.

Allah won't ask in what neighborhood you lived,
but will ask how you treated your neighbors.

Allah won't ask about the color of your skin,
but will ask about the content of your character.

Allah won't ask how many times your deeds matched your words,
but will ask how many times they didn't.

"And Allah gave them a reward in this world, and the excellent reward of the Hereafter. For Allah Loveth those who do good." [Surah Ali Imran Verse 148]

Wednesday, 4 July 2012

kisAh pohon EPAL


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon epal besar dan ada seorang budak lelaki yang sering bermain-main di bawah pohon epal itu setiap hari. Dia suka memanjat pohon epal hingga ke pucuknya, memakan buahnya, berbaring-baring diketeduhan rendang dedaunannya. Budak lelaki itu sangat menyayangi pohon epal itu. Begitu juga dengan pohon epal yang sangat mencitai budak kecil itu.
     Waktu terus berlalu. Budak lelaki itu kini telah membesar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon epal itu pada setiap hari. Suatu hari dia mendatangi pohon epal. Wajahnya tampak sedih.

     'Mari ke sini bermain-main lagi denganku,' pinta pohon epal itu.

     'Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,' jawabnya.

Kemudian dia menyambung, 'Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya wang untuk membelinya.'

Pohon epal menyahut, 'Maaf, aku pun tak punya wang... tetapi kau boleh mengambil semua buah epalku dan menjualnya. Kau akan mendapat wang untuk membeli mainan kegemaranmu.'

     Budak lelaki itu sangat gembira. Lalu dia memetik semua buah epal yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, selepas itu budak lelaki itu tak pernah datang lagi. Pohon epal itu kembali sedih.
     Suatu hari, budak lelaki itu datang lagi. Dia sudah dewasa. Pohon epal sangat senang melihat kedatangannya.

     'Mari bermain-main denganku lagi,' kata pohon epal.

     'Aku tak punya waktu,' jawab lelaki itu. 'Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami memerlukan rumah untuk tempat tinggal. Mahukah kau menolongku?'

     'Maaf, aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan dan rantingku untuk membina rumahmu,' kata pohon epal.

     Kemudian lelaki tu menebang semua dahan dan ranting pohon epal itu dan pergi dengan gembira. Pohon epal itu juga berasa bahagia melihat lelaki itu gembira. Kemudian lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon epal itu berasa kesepian dan sedih.
     Pada suatu musim panas, lelaki itu datang lagi. Pohon epal sangat bersuka cita menyambutnya.

     'Marilah bermain-main lagi denganku,' ajak pohon epal.

     'Aku sedih,' kata lelaki itu. 'Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Mahukah kau memberi aku sebuah kapal untuk berlayar?'

     'Maaf... aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mahu. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.'

     Kemudian, lelaki itu memotong batang pohon epal itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Dia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon epal itu.
     Akhirnya, lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

     'Maaf anakku,' kata pohon epal itu. 'Aku sudah tak memiliki buah epal lagi untukmu.'

     'Tak apa. Aku juga sudah tak memiliki gigi untuk menggigit buah epalmu,' balas lelaki itu.

     'Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang boleh kau panjat,' kata pohon epal.

     'Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,' balas lelaki itu.

     'Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang boleh aku berikan kepadamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua,' kata pohon epal itu sambil menitiskan air mata.

     'Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,' balas lelaki itu lagi. 'Aku hanya memerlukan tempat untuk beristirehat. Aku sangat letih setelah sekian lama meninggalkanmu.'

     'Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahatlah dengan tenang.'

     Lelaki itu berbaring dipelukan akar-akar pohon epal itu. Pohon epal itu sangat gembira dan tersenyum sambil menitiskan air matanya.


INI adalah cerita tentang kita semua. Pohon epal itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita membesar, kita meninggalkan mereka dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada untuk memberikan apa yang mampu mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berfikir bahawa budak lelak itu telah bertindak sangat kasar pada pohon epal, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Sampaikan kepada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

:::bluesSelamanya:::

Wednesday, 27 June 2012

mAlas & putus asA bukAn itu cAranyA...

kisah ni aku ambil dari sebuah majalah kesukaan aku... jom layan...

Suatu hari ketika Imam Abu Hanifah berjalan melalui sebuah rumah yang jendelanya terbuka, maka terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu.
     "Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang daripada nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun dikerongkongku sehingga seluruh badanku manjadi lemah longlai. Oh, manakah hati yang belas ikhsan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik."
     Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah berasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sebaik sahaja dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi wang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya.
     Dalam pada itu, si malang berasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi wang dan secebis kertas yang bertulis, 'Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cubalah bermohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus.'
     Pada keesokan harinya, Imam Abu Hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, "Ya Allah Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kelmarin, sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai untung nasibku."
     Mendengar keluhan itu lagi, maka Abu Hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi wang dan secebis kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu terlalu riang sebaik sahaja mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.
     Seperti sebelumnya, di dalam bungkusan itu tetap ada cebisan kertas lalu dibacanya...
     'Hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian malas namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan Allah. Sungguh tidak redha Allah melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan berbuat demikian. Hendak senang mesti suka pada bekerja dan berusaha kerana kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak perlu atau disuruh duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan perkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengkabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan Allah. Insya-Allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Carilah segera pekerjaan, saya doakan lekas berjaya.'
     Sebaik sahaja dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan sedar akan kemalasannya yang selama ini dia tidak suka berikhtiar dan berusaha.
     Pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikut peraturan-peraturan hidup dan tidak lagi melupai nasihat orang yang memberikan nasihat itu.

NOTA; dlm Islam tiada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yg berakal sempit. Islam mengajar kita utk maju ke hadapan dan bukan mengajar kita tersadai di tepi jalan.

Tuesday, 26 June 2012

mAngkuk cAntik, mAdu & sEhelAi rAmbut

Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. bersama-sama Saidina Abu Bakar, Saidina Umar dan Saidina Uthman pergi menziarahi Saidina Ali di rumahnya. kedatangan mereka bertiga disambut dengan senang hati oleh Saidina Ali dan isterinya Saidatina Fatimah r.a.
     Bagi memuliakan tetamu, Saidatina Fatimah r.a. menghidangkan madu kpd ayahandanya serta kawan-kawan karibnya. madu itu diletakkan dlm sebuah mangkuk yg amat cantik. semasa membawa mangkuk berisi madu itu kpd mereka, tiba2 sehelai rambut jatuh ke dlm mangkuk tersebut. semua yg ada hanya memerhatikan keadaan tersebut.
     Tiba2 Rasulullah s.a.w. meminta semua sahabat yg hadir utk mmbuat perbandingan terhadap 3 benda tersebut iaitu mangkuk cantik, madu dan sehelai rambut. maka para sahabat yg ada memberikan pandangan masing2. 
     Saidina Abu Bakar r.a. berkata, "Iman itu lebih cantik daripada mangkuk yg cantik ini, orang yg beriman itu lebih manis daripada madu dan mempertahankan iman itu lebih susah daripada meniti sehelai rambut."
     Saidina Umar r.a. berkata, "Kerajaan itu lebih cantik daripada mangkuk yg cantik ini, seorang raja itu lebih manis daripada madu dan memerintah dengan adil itu lebih susah daripada meniti sehelai rambut."
     Saidina Uthman r.a. pula berkata, "Ilmu itu lebih cantik daripada mangkuk yg cantik, orang yg menuntut ilmu itu lebih manis daripada madu dan orang yg beramal dengan ilmu yg dimiliki itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."
     Saidina Ali r.a. pula berkata, "Tetamu itu lebih cantik daripada mangkuk yg cantik, menjamu tetamu itu lebih manis daripada madu dan membuat tetamu rasa gembira sehingga pulang ke rumahnya lebih sukar daripada meniti sehelai rambut."
     Saidatina Fatimah r.a. pula mengatakan, "Seorang wanita itu lebiih cantik daripada sebuah mangkuk yg cantik, wanita yg menutup auratnya itu lebih manis daripada madu dan mendapatkan seorang wanita yg tidak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih susah daripada meniti sehelai rambut."
     Rasulullah s.a.w. pula mengatakan, "Seorang yg mendapat taufik untuk beramal adalah lebih cantik daripada mangkuk yg cantik, beramal dengan amalan yg baik itu lebih manis daripada madu dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."
     Malaikat Jibrill a.s. pula berkata, "Menegakkan panji-panji agama itu lebih cantik daripada sebuah mangkuk yg cantik, menyerahkan diri, harta dan waktu untuk usaha-usaha agama lebih manis daripada madu dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."
      Allah SWT kemudian berfirman, "Syurga-Ku lebih cantik daripada mangkuk yg cantik itu, nikmat Syurga-Ku lebih manis daripada madu dan jalan menuju Syurga-Ku adalah lebih sukar daripada meniti sehelai rambut."
      Renungkanlah, tentang mangkuk cantik, madu dan sehelai rambut. Pasti terdapat banyak pengajaran sebagai pedoman kita menjalani kehidupan di dunia ini.

:::bluesSelamanya:::

Saturday, 2 June 2012

petua...

MENCANTIKKAN TAPAK KAKI

kaki yg slalu terdedah selalunye lebih kering dan merekah. utk mengatasinya, anda hanya perlu ambil segenggam beras dan rendamkannya didalam air kelapa selama 7 jam. lepas tu, tapis beras tersebut dan kisar sehingga halus. sapukan pd kulit kaki dan amalkan selalu. 


HILANGKAN DAKI DI LEHER

leher merupakan kawasan yg mudah berpeluh dan menyebabkan ia mudah berdaki. untuk membersihkannya, ambil 3 sudu besar tepung gandum, 3 sudu besar oat yg telah dikisar halus dan setengah cawan susu kambing masam. campurkan kesemua bahan tadi sehingga menjadi bancuhan yg pekat. sapukan pd leher seperti masker dan biarkan selama 15 minit. selepas itu gosok menggunakan kain kasar dan bilas dgn air sehingga bersih. amalkan 2 minggu sekali. 

sumber; majalah HARMONI

Wednesday, 11 January 2012

kisah kasih

Aku bangun pagi sabtu itu agak lewat macam selalu juga.
'masyaAllah, lewat lagi!' marahku dalam hati.
sejak aku jauh dari mak dan abah ni da banyak kali aku terbabas subuh. sungguh-sungguh aku kesal dengan sikap aku. aku segera qada' kan subuh ku yang aku tak tahu nak gelar subuh apa pada waktu dah mencecah ke angka 9.45 pagi! lepas dah qada' subuh tu, aku termenunng sendirian kat atas katil sensorang. roommate aku entah kemana aku pun tak tahu. dia memang jarang lekat di bilik. maybe ke library kot study dengan coursemate dia. aku yang termangu-mangu sendirian mula mengelamun jauh hingga ke benua antartika. beberapa detik kemudian aku baru tersedar aku telah membuang masa dengan termenung dan tidak membuat apa-apa hari itu. dah lah bangun lewat, pas tu tak buat apa-apa. sedangkan assignment punyalah bertimbun tak berusik lagi kat atas meja dan katilku.

tetiba terngiang-ngiang pesan ustazahku;
'kalau nak tenang dalam hidup, kenalah amalkan cara hidup islam dengan betul dan teratur. so, kita perlu tidur awal dan lena (tanpa didatangi sebarang mimpi). kemudian bangun diawal waktu sebelum azan subuh berkumandang dan tunaikan tahajjud 2 rakaat pun jadilah yang penting istiqamah. kalau nak jadi penyabar, kita kena jaga whudu'. maksudnya, berwhudu' lah setiap ketika. bila kita berwhudu', kita menggunaka air. dan sifat air ada tiga; 1) merakam 2) memantulkan 3) mendoakan.. lagipun air sering bertasbih kepada Allah. nak jadi ikhlas pulak kita kenalah jaga makan. jangan makan benda yang shubhah (yang sumbernya kita was-was dengan kehalalannya). sebab bila kita makan jeq apa-apa, itu akan menjadi darah daging kita. bila dah jadi darah daging kita, maka akan bersatu lah ia dengan hati kita. hati kita ni sering berubah-ubah. jadi, bila makanan yang kita makan tu diambil dari sumber yang shubhah, maka hati kita ditakuti menjadi gelap. so, berbalik kepada nak jadi ikhlas ni, kita jangan merungut dalam melakukan sesuatu dan jangan dok mengungkit-ungkit apa yang telah kita buat. kalau nak jadi orang yang redha, apapun yang berlaku ucaplah alhamdulillah.'

ustazah aku pernah bagitahu kitorang, 'kanapa kita dipuji? kita terkadang dipuji oleh orang keliling kita. so, kenapa ye agaknye kita di puji?'
macam-macamlah jawapan yang diberi oleh kitorang masa tu, tapi ustazah kitorang cakap; 'kita dipuji sebab Allah tutup keaiban kita.'

'kita akan mati dengan apa yang kita suka,' pesan ustazah aku tu lagi. contohnya, kita suka sangat mengumpat orang, takut-takut kita akan mati ketika kita sedang mengumpat orang. tapi kalau kita suka berzikir dan buat benda-benda baik, inshaaAllah kita akan mati dengan apa yang kita suka buat tu (berzikir).

beberapa kitaran hidup manusia,,, antaranya ialah;
1) orang yang tidur awal + bangun awal = sihat
2) orang yang tidur lambat + bangun lambat = kronik
3) orang yang tidur awal + bangun lambat = sakit
4) orang yang tidur lambat + bangun awal = sakit
kesimpulannya, tidur dan bangunlah awal.. ^^

'kita masuk ke syurga bukan kerana amalan-amalan kita, tapi kerana kasih sayang Allah (Rahmat-NYA) terhadap hamba-hamba-NYA.'
'hidayah tu milik Allah. DIA akan beri dan tarik kembali hidayah-NYA jka DIA mahu. maka, berdoalah selalu agar kita sentiasa diberi TAUFIK DAN HIDAYAH-nya. inshaAllah.'
'3 tempat yang digalakkan berkunjung dan buat rehlah ialah; 1) Masjidil Haram, Makkah. 2) Masjid Nabawi, Madinah. 3) Masjidil Aqsa,Palestine.'
'maksud fasik ialah yang tak adil (yang tak boleh dipercayai)'
*tu semua nasihat dari ceramah ustazah aku. aku rindu ingin mendengar lagi tazkirah-tazkirah indah dari beliau.

orang yang paling selamat ialah orang yang kurang bercakap perkara yang sia-sia. nak murah rezeki, jalinkanlah tali persaudaraan. kalau kita tak bertegur sapa (bergaduh) lebih daripada 3 hari, dosanye sama macam putuskan silaturrahim. so, kalau kita ade problem dengan orang sekeliling kita, mulakanlah perdamaian walaupun persengketaan yang tercetus bukan berpunca dari kita, tapi tak salah kalau kita yang memulakan dahulu perdamaian kerana orang yang memulakan perdamaian akan mndapat lebih ganjaran dari -NYA nanti, inshaAllah.

bila kita resah gelisah, tengoklah pokok. pandang pokok-pokok yang hidup. inshaAllah nanti kita akan tenang sebab pokok sentiasa bertasbih, maka bertasbihlah dan berzikirlah kita kepada Allah setiap ketika seperti pokok2 tersebut. gunung-ganang merupakan pasak bumi. namun jika dilihat sekarang ni, banyak gunung yang telah ditarah untuk kemajuan semasa. tidak terfikirkah kita, apabila gunung-ganang tersebut ditarah, maka pasak bumi akan musnah? tidak terfikirkah kita? nampakkan, disitu kita boleh lihat manusia sendiri yang memusnahkan bumi ini tanpa disedari. subhanAllah...
Nabi Muhammad S.A.W pernah berpesan; janagn marah. bila marah, diam. bila marah, ambil whudu'. bila marah ketika duduk, maka berdirilah, kalau sedang berdiri , maka duduk atau berbaring atau berjalan. istighfar banyak-banyak.'

aku tersedar dari lamunan ketika housemate ku mengetuk pintu kamarku dan dia menjengulkan mukanya di muka pintu bilikku. "kau nak makan tak shila? jom lunch sama-sama nanti," ajak Aida. aku cuma mengangguk kecil dan bersetuju untuk turut serta lunch bersama mereka. selepas aida berlalu dari kamarku, aku segera bingkas bangun dari katil dan mencapai tuala serta melangkah ke bilik mandi. aku baru teringat aku belum mandi sejak bangun pukul 9 lebih pagi tadi. sempat aku mengerling sekilas jam yang terletak di sudut meja study ku, 12.39 tgh hari! huhhu~

akhir kalam dari aku, diam itu lebih baik dari bercakap sesuatu yang tak berfaedah dan mendatang kan dosa.

Monday, 9 January 2012

salam penuh ketenangan dan kasih sayang

assalam..

hari ni aku nak berkongsi sedikit ilmu yang pernah aku dengar dan dapat dari seorang ustazah aku time aku study kat maahad johor dulu.. antara ceramah yang beliau beri dan yang masih aku ingat serta jarang2 aku amalkan ialah ;

1) bangun tidur ucap ALHAMDULILLAH + baca doa bangun tidur + basuh tangan (sunnah nabi s.a.w) + yang paling penting kena bangun sebelum azan subuh... uhuhu~
2) and then mandi sampai sejuk + waktu mandi pagi tu kepala mesti basahkan sekali + mandi basahkan mula dari kaki ke kepala + (ingat!) orang yang tak suka mandi senang di datangi penyakit
3) siapa2 yang bangun lepas azan subuh, memang rugi.. so bangun la awal sebelum subuh.. so, lepas tu kita boleh tunaikan solat subuh di awal waktu. ^_^
4) orang yang tertinggal solat subuh, dia akan bebal sepanjang hari itu.................

selain tu juga, nasihat ustazah aku lagi ;

1) waktu azan berkumandang kena senyap dan hayati azan tersebut serta jawab azan tu
2) elakkan tidur waktu azan

ustazah aku juga pernah cakap ;
"orang yang tahu + dia tahu apa yang dia tahu = orang yang boleh jadi pemimpin
orang yang tahu + dia tak tahu yang dia tahu = orang yang tertidur
orang yang tak tahu + dia tahu yang dia tak tahu = orang yang perlu dibantu
orang yang tak tahu + dia tak tahu apa yang dia tak tahu = critical!


itu saja untuk kali ini.. nanti aku share lagi ye nasihat2 dari ustaz dan ustazah aku.. banyak sesangat nasihat mereka, just aku yang ingat2 lupa..

Sunday, 1 January 2012

welcome 2012 ^^

segala puji bagi Allah~
ary ni da masuk taon 2012... urm,, agagaga~
so............................................ sayonara 2011!!!!!!!!!!!! huhhu~
p bosan kot skunk ni... alahai... =,=